BOCAH WEB: Jaringan

Download Free Android Apps

Ads 728x90

Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Cara Memblokir Port USB Pada Komputer
March 23, 2021
Setelah sebelumnya kita telah membahas bagaimana cara membatasi hak akses komputer Client/User melalui windows server 2003 salah satunya:

  1. Memblokir applikasi pada Command Promt (CMD) 
  2. Memblokir Applikasi Internet Explore
Kali ini kita akan mengupas pembatasan hak akses komputer client dengan memblokir port USB  bagaimana cara memblokir USB agar komputer dan jaringan tetap terjaga dari serangan firus dan malwer.


Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan menonaktifan Port USB yaitu

  • Pertama dinonaktifkan (disable) sepenuhnya
  • Kedua diproteksi aksesnya, dengan ditandai “The disk is write-protected”. 
Notif:
Jika ada pemberitahuan "This Disk is Write-Protected"   maka USB masih bisa dibaca, tetapi tidak bisa ditulis atau untuk menyimpan data.

  1. Buka Registry Editor (Start Menu → Run, ketik: Regedit, kemudian tekan enter atau klik OK) 
  2. Cari Key dibawah ini: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\StorageDevicePolicies 
  3. Jika di panel bagian kanan ada WriteProtect, double click dan dibagian value data isikan 0 atau hapus WriteProtect tersebut atau bisa juga hapus key StorageDevicePolicies. Kemudian refresh (View > Refresh) 
  4. Coba lepas USB Flash Disk dan ulangi copy datanya. 

Sebaliknya, untuk membatasi pengguna komputer agar tidak bisa menulis, mengcopy atau memindah data di flash disk, maka bisa dilakukan dengan tips yang ini: 
  1.  Buka Registry Editor (Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK) 
  2.  Cari Key (mirip folder) berikut HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control 
  3. Buat key baru (klik kanan dan pilih menu New → Key, kemudian beri nama StorageDevicePolicies 
  4. Kemudian buka key StorageDevicePolicies tersebut dan klik kanan pilih New > DWORD Value beri nama WriteProtect 
  5. Double click WriteProtect tersebut, di bagian value data dan isi dengan nilai 1. Klik OK Selain CurrentControlSet, pengubahan juga harus dilakukan di key ControlSet 001, ControlSet 002 dan seterusnya jika ada. Jadi bisa di cek di Key berikut :  

• HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\StorageDevicePolicies
• HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\StorageDevicePolicies

Setelah di set seperti diatas, maka semua user yang menggunakan komputer tersebut tidak dapat menyimpan, mencopy atau memindah data ke USB Flash Disk, tanpa harus merestart komputer terlebih dahulu. 

Sehingga muncul pesan disk write-protected seperti diatas. Tips ini dapat berjalan di Windows XP SP2 and SP3, Windows Vista, Windows Server 2003 dan 2008. 

USB Mass Storage tidak berfungsi (Disable) Cara yang ini jika media penyimpan eksternal seperti USB Flash Disk, hardisk Eksternal dan sejenisnya tidak bisa diaktifkan atau di disable. Jika mengalami hal ini maka coba tip berikut: 
  1. Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik: Regedit, kemudian tekan enter/klik OK) 
  2. Cari Key berikut : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStore 
  3. Di panel bagian kanan double klik Start, ganti isinya (Value data) dengan 3 untuk mengaktifkan USB storage, jika isinya 4 maka Removable USB mass storage akan di disable. 

Jika efeknya tidak langsung terlihat, maka Restart komputer terlebih dahulu. Tips ini dapat diterapkan di Windows Vista, XP, Windows Server 2008, 2003 dan 2000.

Konfigurasi Singkat DHCP Server Pada Router Cisco Dengan Packet Tracker
April 02, 2018
DHCP Server menjadi solusi paling tepat dalam menyelesaikan permasalahan pada suatu jaringan dengan jumlah Client yang besar , dengan memanfaatkan fitur DHCP untuk merancang sebuah jaringan sekala besar lebih effesien. Apa itu DHCP Server : Silahkan baca slengkapya tentang
  • Pengertian DHCP Server
  • Fungsi DHCP Server pada sebuah jaringan
  • Tahapan Kerja sistem DHCP pada jaringan Client-Server
Dalam kesempatan kali ini mari kita bahas cara konfigurasi DHCP Server pada rancangan jaringan menggunakan Cisco Packet Tracker, Dengan tutorial lengkap step by step untuk proses konfigurasi
Beberapa perlengkapan yang perlu dipersiapkan :
  1. Router satu psc
  2. Swicth dua psc
  3. Komputer
  4. Kabel Stright
  5. Kabel Console dan Conector RS 232
  6. Dua Alamat Ip Address jaringan dengan Network berbeda
  7. Contoh : Ip address Jaringan A : 192.168.1.1
  8. Contoh : Ip address Jaringan B : 100.10.10.1
Untuk tutorial lengkap sekema rancangan jaringan bisa dilihat pada artikel sebelumnya :
Image 01

Setelah merancang jaringan seperti gambar atas: selanjutnya kita konfigurasi DHCP server untuk memberikan IP Address Secara Otomatis pada masing-masing Pc/Komputer.

Langkah Pertama

  • Klik salah satu PC/Komputer 
  • Masuk Desktop - Terminal - Ok

Langka kedua Konfigure Pool Kiri (JaringanA)

  • Router(dhcp-config)#exit
  • Router(config)#ip dhcp pool KIRI
  • Router(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0
  • Router(dhcp-config)#default-router 192.168.1.1
  • Router(dhcp-config)#dns-server 100.10.10.10
  • Router(dhcp-config)#do wr
Langkah Tiga Konfigure Pool Kanan (JaringanB)
  • Router(dhcp-config)#exit
  • Router(config)#ip dhcp pool KANAN
  • Router(dhcp-config)#network 100.10.10.0 255.255.255.0
  • Router(dhcp-config)#default-router 100.10.10.1
  • Router(dhcp-config)#dns-server 100.10.10.10
  • Router(dhcp-config)#do wr
Langkah Empat (Pemeriksaan PC/Komputer)
  • Klik PC/Komputer
  • Pilih Desktop Lihat pada gambar 02 dibawah
Image 02
  • Pilih Ip Configuration
  • Berikutnya Pilih DHCP
Image 03

Perhatikan Pada Image 04 dibawah ini , yang mana beberapa fitur seperti , IP Address , Default Getway dan DNS Server secara Otomatis telah diberikan oleh Router tanpa harus diisi secara Manual.

Iamge 04
Coba periksa seluruh PC/Komputer yang ada didalam jaringan baik JainganA ataupun JaringanB , jika semua telah terisi IP Address seperti Image 04, maka konfigurasi DHCP Server sukses, selamat mencoba.

FUNGSI DHCP SERVER DAN CARA KERJA DALAM JARINGAN
April 02, 2018
Pengertian DHCP merupakan singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan IP Address kepada komputer dalam suau jaringan. komputer yang memberikan IP Address inilah yang disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client.

Fungsi DHCP ini adalah dapat memberikan IP Address secara otomatis kepada komputer yang melakukan request. Sedangkan pada sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan IP Address kepada semua komputer secara manual. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.


DHCP server merupakan komputer yang berfungsi memberi pinjaman IP address ke host yang ada. Sedangkan host yang mendapat pinjaman IP address dari DHCP server tersebut biasa disebut DHCP Client.
Tahapan DHCP Server bekerja dalam suatu jaringan

Ada 4 sistem tahapan cara kerja DHCP server pada sebuah jaringan

IP Least Request
Tahap pertama client dalam jaringan meminta IP address yang tersedia pada DHCP server. Awalnya saat pertama client terhubung dalam jaringan, client ini akan mencari dulu apakah ada DHCP server yang bekerja pada jaringan tersebut. Nah, begitu ditemukan, client akan meminta IP address pada DHCP server yang ada.

IP Least Offer
DHCP server mendengar broadcast dari client yang baru terhubung dalam jaringan tadi. Kemudian DHCP server memberikan penawaran terhadap client tersebut berupa IP address.

IP Lease Selection
Setelah diberi penawaran oleh DHCP server, client yang me-request tadi menyetujui penawaran yang diberikan oleh DHCP server. Lalu si client memberikan pesan kepada DHCP server yang isinya adalah meminta agar DHCP server meminjamkan salah satu IP address yang tersedia dalam DHCP-pool yang dimilikinya (DHCP-pool merupakan range IP address yang bisa digunakan oleh host yang terhubung dengannya). 

IP Least Acknowledge
Pada tahap terakhir ini, DHCP server akan merespon pesan dari client dengan mengirimkan paket acknowledget yang berupa IP address dan informasi lainnya yang dibutuhkan. Setelah memberikan IP kepada client, DHCP server akan memperbaharui database yang mereka miliki. Sedangkan client akan melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP address yang diberikan tadi dan client sudah bisa beroperasi pada jaringan tersebut. 


Untuk lebih mudah memahaminya, pada saat komputer client dihubungkan ke jaringan, komputer tersebut akan me-request IP ke DHCP server. DHCP server menjawab dengan memberikan informasi terkait IP address (termasuk subnetmask, gateway, dns dan lainnya) ke komputer client.

Setelah meminjamkan IP, DHCP server akan mencoret IP tersebut dalam daftar pool yang dia miliki. Dan menandakan bahwa IP tersebut sudah dipinjamkan ke salah satu client.

Namun jika dalam daftar IP pool sudah tidak ada lagi nomor IP yang tersedia, maka si client tidak akan mendapatkan nomor IP dari DHCP server, dengan demikian si client tidak akan pernah bisa terhubung ke jaringan tersebut.

Biasanya peminjaman IP address ini memiliki jangka waktu tertentu, sesuai dengan yang disetting oleh sang Administrator jaringan. Nah, setelah periode waktu tertentu, pemakaian IP address pada client dinyatakan telah selesai. Dan jika si client tidak melakukan request ulang, maka maka nomor IP address tersebut akan dikembalikan kepada DHCP server yang meminjamkan. DHCP server dapat meminjamkan IP tersebut kepada client lain yang membutuhkan.
Konfigurasi Dua Swicth Dengan Satu Router Cisco
April 02, 2018
Cara mudah menghubungkan komputer yang memiliki alamat network yang berbeda menggunakan Ruter Cisco , beberapa perangkat yang perlu dipersiapkan :

  1. Router satu psc
  2. Swicth dua psc
  3. Komputer
  4. Kabel Stright
  5. Kabel Console dan Conector RS 232
  6. Dua Alamat Ip Address jaringan dengan Network berbeda
  7. Contoh : Ip address A : 192.168.1.1
  8. Contoh : Ip address B : 100.10.10.1
Setelah perlengkapan siap kemudian design skema jaringan mengunakan Cisco Packet Tracker, untuk design bisa dilihat pada gambar dibawah :
Image 01
Langkah-langkah penyambungan:

Langkah Pertama


  • Sambungkan semua PC/Komputer menggunakan Kabel Stright
  • Klik PC sambungkan ke FastEthernet0/1
  • Sambungkan ke Swicth pilih FastEthernet0/1
  • Lakukan langkah yang sama hingga terlihat seperti skema digambar 02 dibawah ini
Image 02

Langkah Kedua

  • Langkah kedua Menyambungkan kedua buah Swicth A ke Router
  • Gunakan kabel type Stright
  • Klik Swicth , Pilih GigabiteEthetnet0/1
  • Sambungkan ke Router pilih GigabiteEthernet0/1

  • Berikutnya sambungkan Swicth B ke Router
  • Gunakan kabel type Stright
  • Klik Swicth , Pilih GigabiteEthernet0/2
  • Sambungkan ke Router Pilih GigabiteEthernet 0/2
  • Hasil design lihat pada gambar 03 dibawah
Image03
Perhatikan pada sambungan kabel Swicth ke Router dengan warna Merah yang menandakan bahwa jaringan A dan jaringan B belum terhubung , selanjtnya untuk menghubungkan kedua jaringan AdanB kita perlu Mensetting/Mengkonfigurasi Router, sebelum itu kita perlu menghubungkan tambahan perangkat Kabel Console sebagai syarat utama konfigurasi

Langkah ketiga

  • Menggunakan Kabel Console dan Connector RS 232
  • Ambil Kabel Console berwarna Biru
  • Pilih salah satu PC/Komputer . Pilih Connector RS 232
  • Sambungkan langsung ke Router
  • Pilih Console
  • Hasil lihat pada gambar 04 dibawah
Image 04
Perhatikan gambar 04 , meskipun telah dihubungkan menggunakan Kabel Console jaringan AdanB masih belum terkoneksi itu terlihat dari warna merah pada kabel penghubung dua Swicth ke Router

Langkah keempat

  • Konfigurasi Router
  • Kita melakukan konfigurasi menggunakan metode Router Terkunci
  • Dimana kita melakukan Konfigurasi melalui PC/Komputer
  • Langkah pertama pilih Pc/Komputer "Bebas" misal PC 10
  • Pilih Desktop , pilih Terminal , Ok
  • Hingga muncul box windows seperti pada gambar 05
Image 05
  • Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: no
  • Router>enable
  • Router#configure terminal
  • Router(config)#interface g0/0
  • Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit
  • Router(config)#interface g0/1
  • Router(config-if)#ip address 100.10.10.1 255.255.255.0
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#do wr
Setelah konfigurasi dilakukan maka design jaringan telah terkoneksi/terhubung dibuktikan dari warna sambungkan kabel Router ke Swicth berwarna Hijau

Image 06
Untuk uji konektifitas jaringan perlu penambahan IP Address dari masing-masing PC/Kompuer dengan Network yang sesuai. kemudian lakukan dengan meng - Ping alamat jaringan AdanB, Semoga bermanfaat. jika masih bingung silahkan ketik pertanyaan pada kolom komen dibawah ini.



GNS Tidak Dapat Diinstal Pada Windows 7
March 17, 2018
Mengapa GNS tidak dapat diinstal pada Windows 7 ?

Itu dikarenakan salah satu program Universal C Runtime in Windows corrupt atau mengalami kerusakan bisa juga hilang ataupun tidak terinstal. lantas bagaimana cara mengatasi permasalahan gns tidak dapat diintal tersebut, anda cukup update atau download pada Windows Support untuk menginstal Universal C Runtime in Windows terlebih dahulu, untuk mendownload nya klik disini 



Baca juga:


Setelah diperbaiki/diinstal pada komputer, barulah instal kembali GNS ,  semoga bermanfaat.
Cara Menghubungkan Router Ke Dua Jaringan Beda SubnetMask
March 13, 2018
Tutorial mudah belajar membangun sebuah jaringan sederhana menggunakan perangkat router menggunakan virtual skema infrastrutur jaringan :

Cara menghubungkan dua jaringan yang memiliki dua alamat Subnetmask yang berbeda menggunakan Router pada Cisco Packet Tracer


  • Cisco Packet Tracer
  • Membuat skema jaringan sederhana
  • Router type (1941)
  • Dua buah PC/Komputer
  • Kabel jenis Crossover
Lihat Design skema jaringan pada gambar dibawah:
Image : 01

Selanjutnya kita definisikan masing-masing perangkat jaringan dan mengkonfigurasi komputer 1 dan 2 dengan memberikan keduanya IP Address yang telah disesuaikan lihat contoh dibawah
  • Satu Router sebagai penghubung jaringan yang memiliki 2 Subnetmask
  • Dua komputer dengan masing-masing IP Addres yang berbeda 
  • Memiliki SubnetMask masing-masing berbeda
  • Kom1 memiliki IP Addres (192.168.0.2)
  • Kom1 memiliki Getway (192.168.0.1)
  • Kom2 memiliki IP Addres (192.168.1.2)
  • Kom2 memiliki Getway (192.168.0.1)
Proses selanjutnya kita hubungkan/conect kan kedua jaringan yang memiliki dua Getway yang berbeda diatas dengan menggunakan Router,
  • Sambungkan kabel Console dari Komputer dengan memilih Conector "RS 232" seperti yang terlihat pada gamabr dibawah:
Image : 02
Langkah selanjutnya kita setting kedua jaringan tersebut agar bisa terkoneksi
  • Pastikan kedua Komputer 1 dan 2 telah diberikan IP Address 
  • Pastikan kabel yang digunakan merupakan kabel Crossover
  • Klik pada Kom1
Image : 03
  • Pilih "Dekstop → Terminal → Ok "
  • Muncul jendela terminal tempat melakukan konfigurasi Router pada Interface 0/0 dan 0/1
Image : 04
  • Ketik "no  → enter  → enable  →  enter "
  • Ketik "Show ip interface brief → enter"
  • Ketik "Configure terminal  →  enter "
  • Ketik "Interface gigabitEthernet 0/0  →  enter"
  • Ketik "ip address 192.168.0.1 255.255.255.0  →  enter"
  • Ketik "no shutdown →  enter"

  • Ketik "int g0/1  → enter"
  • Ketik "ip add 192.168.1.1 255.255.255.0  → enter"
  • Ketik "no sh  →  enter"
  • Ketik "do wr  → enter"
Hasil konfigurasi pada Desaign bisa terlihat pada gambar dibawah dimana warna conectifitas pada jaringan menjadi hijau yang menandakan konfigurasi berjalan sukses:
Image : 05 Konfigurasi router sukses

Selamat mencoba
Cara Mematikan Screen Saver Pada Komputer Melalui Server
January 13, 2018
Sebelumnya kita telah belajar beberapa aturan GPO sederhana yang sering diterapkan salam sebuah OU perusahaan salah satunya :
Kali ini kita akan mengulas bagaimana cara memblokir komputer agar tidak dapat menggunakan fitur Screen saver, hal sepele tapi tahu kan anda menggunakan screen saver sama halnya dengan membuang-buang tenanga listrik secara sia-sia , atau pemborosan listrik oleh sebab itu melakukan kebijakan mematikan fitur screen saver ini juga menjadi perlu dilakukan demi penghematan daya dan pengeluaran suatu depertement.

Bagaimana cara menonaktifkan scren saver ? Berikut tutorial step by-step cara mematikan screen saver pada komputer melalui server 2003

  • Masuk ke komputer server
  • Klik Start → Administrative Tool → Active Directory User and Computers
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.1 | Active Directory User And Computer
Pada jendela Active Directory User & Computers seperti pada Image 0.2 dibawah, Telah terdapat beberpa Organizational Unit (OU) yang nantinya akan kita batasi hak akses didalam pengaksesan resource jaringan yang dibuat, seperti yang akan kita lakukan adalah membatasi komputer user agar tidak dapat menerapkan screen saver.
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.2 | Organizational Unit Server 2003
  • Pilih salah satu Organizational Unit (OU) Komputer User yang akan kita matikan screen savernya
  • Misal kita pilih HRD" 
  • Klik kanan Folder OU "HRD"
  • Klik Poperties
  • Muncul window baru tab pada "Group Policy"
  • Klik new → Rename "GPO-Hrd" (jika belom dibuat)
  • Double klik "GPO-Hrd" (jika sudah dibuat)
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.3 | Aturan OU dengan GPO
  • Pilih User Configuration → Administrative Templates
  • Pilih Control Panel
  • Pilih Display
  • Pilih " Screen saver"
  • Lihat Image 0.4 dibawah
Http://www.bocahweb.blogspot.co.id
Image 04 | Mematikan Screen Saver

  • Double Klik "Screen Saver"
  • Pilih "Disable → Ok
  • Lihat pada Image 0.5
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.5 | Disable Screen saver

  • Setelah dsable fitur screen saver pada komputer Client HRD selanjutnya tinggal memastikan apakah telah sukses atau tidak pemblokirannya, bagaimana caranya?
  • Pindah ke komputer client → restrat → masuk dengan user HRD
  • Klik kanan Poperties
  • Pilih "Screen saver"
  • Screen saver telah mati dan tidak bisa di terapkan
  • Lihat hasil pada Image dibawah
www.bocahweb.blogspot.com
Image 0.6 | Blokir screen saver sukse

Hasil pemblokiran wallpaper berhasil
Baca juga:
Cara Memblokir Komputer Agar Tidak Bisa Mengganti Wallpaper Desktop
January 13, 2018
Sebelumnya kita telah belajar beberapa aturan GPO sederhana yang sering diterapkan salam sebuah OU perusahaan salah satunya :
Kali ini kita akan mengulas bagaimana cara memblokir komputer agar tidak dapat mengubah tampilan layar desktop melalui windows server 2003 , bagaimana caranya?berikut cara step by-step memblokir komputer agar tidak bisa mengganti wallpaper pada destop atau mematikan mwnu ganti wallpaper:

  • Masuk ke komputer server
  • Klik Start → Administrative Tool → Active Directory User and Computers
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.1 | Active Directory User And Computer
Pada jendela Active Directory User & Computers seperti pada Image 0.2 dibawah, Telah terdapat beberpa Organizational Unit (OU) yang nantinya akan kita batasi hak akses didalam pengaksesan resource jaringan yang dibuat, seperti yang akan kita lakukan adalah membatasi komputer user agar tidak dapat menggantiwallpaper atau mengubah wallpaper atau juga mematikan wallpaper pada komputer
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.2 | Organizational Unit Server 2003
  • Pilih salah satu Organizational Unit (OU) Komputer User yang akanmatikan wallpapernya
  • Klik kanan Folder OU "HRD"
  • Klik Poperties
  • Muncul window baru tab pada "Group Policy"
  • Klik new → Rename "GPO-Hrd" (jika belom dibuat)
  • Double klik "GPO-Hrd" (jika sudah dibuat)
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.3 | Aturan OU dengan GPO
  • Pilih User Configuration → Administrative Templates
  • Pilih Control Panel
  • Pilih Display
  • Pilih "Prevent Changing Wallpaper"
  • Lihat Image 0.4 dibawah
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.4 | Mematikan Wallpaper
  • Double Klik "Prevent Changing Wallpaper"
  • Pilih "Enable"→ Apply → Ok
  • Lihat pada Image 0.5

https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.6 | Enable Prevnt Changing Wallpaper

  • Setelah dienable fitur Prevnt changing wallpaper pada komputer Client HRD selanjutnya tinggal memastikan apakah telah sukses atau tidak pemblokirannya, bagaimana caranya?
  • Pindah ke komputer client → restrat → masuk dengan user HRD
  • Klik kanan Poperties
  • Pilih "Dekstop"
  • Coba pilih salah satu Image. yang tersedia disitu , pasti tidak bisa diklik
  • Berarti Proses mematikan wallpaper berhasil
  • Lihat hasil pada Image dibawah
https://bocahweb.blogspot.co.id
Image 0.7 |Hasil dari Pemblokiran Wallpaper suskses

Hasil pemblokiran wallpaper berhasil
Baca juga:

Cara Memblokir RUN Pada Komputer User/Client Melalui GPO Windows Server 2003
January 13, 2018
Setelah kita melakukan beberapa perintah aturan sederhana dan umum pada GPO:
Kali ini kita akan melakukan pemblokiran "RUN" pada komputer User dengan aturan GPO yang telah disepakati bersama, bagaimana cara memblokir run atau bagaimana cara mematikan fitur run pada komputer, berikut langkah menonaktifkan run pada komputer client melalui gpo server:

  • Masuk ke komputer server
  • Klik Start → Administrative Tool → Active Directory User and Computers
  • Lihat pada Image 0.1 dibawah
Image 0.1 | Masuk Active Directory User and Computers

Pada jendela "Active Directory User & Computers" seperti yang terlihat pada Image 0.2 dibawah, Telah terdapat beberpa Organizational Unit (OU) yang nantinya akan kita batasi hak akses didalam pengaksesan resource jaringan yang dibuat, seperti yang akan kita lakukan adalah membatasi komputer user agar tidak dapat mengases menjalankan "RUN"

Image 02. | Depertemnt Organizational Unit (OU)
  • Pilih salah satu Organizational Unit (OU) Komputer User yang akan kita batasi pengaksesannya untuk tidak dapat menggunakan RUN
  • Misal kita pilih HRD" yang nantinya komputer ini tidak bisa mengakses "RUN"
  • Klik kanan Folder OU "HRD"
  • Klik Poperties
  • Muncul window baru tab pada "Group Policy"
  • Klik new → Rename "GPO-Hrd" (jika belom dibuat)
  • Double klik "GPO-Hrd" (jika sudah dibuat)
Image 0.3 | Aturan GPO pada server win 2003
  • Pilih User Configuration → Administrative Templates
  • Pilih Start Menu and Taksbar 
  • Scroll kebawah dan cari "Remove Run Menu From Strat Menu"
  • Lihat Image 0.4 dibawah
Image 0.4 | Removable Run Menu From Menu Start
  • Double Klik "Remove Run Menu From Strat Menu"
  • Pilih "Enable"→ Apply → Ok
Image 0.5 | Enable Run Pada GPO Windowns server 2003
  • Setelah dienable fitur RUN pada komputer Client HRD selanjutnya tinggal memastikan apakah telah sukses atau tidak , bagaimana caranya?
  • Pindah ke komputer client → restrat → masuk dengan user HRD
  • Coba cari pada start menu " Jika Menu Run tidak tampil maka proses blokir RUN teah sukses
  • Hasilnya seperti pada Image 0.6 dibawah ini
Image 0.6 | Menu RUNpada komputer User HRD telah hilang
Pemblokiran RUN telah sukses,
Baca Juga:

Ads 728x90